“Berjalanlah dengan tenang, sampai kamu tiba di sekitar wilayah mereka. Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/31])

Hadits yang diriwayatkan Bukhari itu nampaknya telah dilaksanakan oleh beberapa dai yg telah menhibahkan dirinya untuk berdakwah hingga ke pelosok negeri.

Ustadz Komaruddin misalnya. Dai asal Aceh ini telah menghibahkan dirinya untuk berdakwah di kabupaten bulungan, Kalimantan Utara.

Masyarakat binaannya tersebar di daratan kabupaten itu. Seperti di Long Telenjo misalnya. Daerah itu adalah daerah minoritas Islam. Untuk menjangkau daerah itu, dibutuhkan stamina yang baik dan kondisi kendaraan yang juga dalam keadaan baik.

Menurut keterangannya, saat ia menjangkau daerah tersebut, ia kadang kesulitan, apalagi jika jalannya mulai becek akibat hujan. Ia bahkan lebih sering mendorong ketimbang mengendarai motornya.

“Motor yang saya kendarai ke daerah tersebut jenis bebek dan tidak kuat di  jalan-jalan tertentu. terkadang saya dan teman-teman dai lainnya lebih sering mendorng daripada mengendarainya.”

Namun hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap berdakwah. Rutinitas seperti itu tetap saja ia jalani demi mengantarkan cahaya kebenaran Islam kepada masyarakat.

Wasilah kegigihan beliau itu, sehingga dapat  menggugah hati ummat islam lainnya. Seperti Komunitas Sedekah Motor Dakwah (SMD), yang bekerjasama dengan Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) tidak mau ketinggalan untuk mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan dakwah Ustadz Komaruddin. Pada Senin (28/08/2017) lalu, kedua lembaga tersebut memberikan satu unit Motor jenis Trail kepada beliau.

Berkat bantuan kendaraan itu, Komaruddin terlihat sangat bahagia. Seolah satu persoaln besar telah terselesaikan. Kerinduannya kepada 10 kepala keluarga Muallaf di desa binaannya menjadi magnet tersendiri untuk membimbing mereka.

Prediksi kami bahwa akan berakhirnya kerinduan beliau kepada Muallaf binaannya itu, benar-benar terjadi. Sehari setelah membeli motor jenis Trail tersebut, Komar sapaan akrabnya langsung menawarkan kepada kami untuk ikut bersamanya berkunjung ke pedealaman Bulungan, tepatnya di Long Telenjo.

Masih banyak lagi prestasi dan kegigihan dai di pedalaman negeri dalam mengantarkan hidayah kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak kepada semua pihak untuk ikut andil dalam menyukseskan kegiatan dakwah mereka, melalui  program “Bersama Dai Membangun Negeri”.*

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here