Profil

PosDai ( Persaudaraan Dai Indonesia ) adalah lembaga dakwah yang khusus dibuat ormas Hidayatullah yang berkhidmat menaungi kiprah para dai yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini. Secara legal formal, Pos Dai berbadan hukum Yayasan Dakwah Hidayatullah Pusat Jakarta, Akte Notaris No. 20 Tanggal 29 Maret 2012, SK Menkumham RI No. AHU – 2540.AH.01.04 Tahun 2012. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT dan bantuan kaum muslimin, saat ini dai PosDai telah hadir di lebih dari 287 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, mulai dari Loknga, Aceh hingga Boven Digoel , Papua.

PosDai hadir didasari oleh kesadaran dan tanggung jawab untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. Al-Qur’an mengatakan :

Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti akan Kami bukakan atas mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi (sayangnya) mereka mendustakan (ayat-ayat kami ). Maka kami siksa mereka lantaran apa yang telah mereka kerjakan. Qs. Al-‘Araf/7 : 96.

Jadi, telah menjadi sebuah rumus yang pasti bahwa jika suatu negeri ingin dilimpahi banyak kebaikan (berkah), maka penduduk negeri itu harus bersedia mengikuti tuntunan (agama ) yang telah diwahyukan oleh Allah swt.

Saat ini, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bimbingan dalam berislam terutama mereka yang berada di wilayah pedalaman, terpencil, miskin sumberdaya, minoritas muslim, daerah konflik dan bencana, serta daerah yang rawan pemurtadan. Maka para dai PosDai hadir di wilayah-wilayah tersebut, merakit pulau-pulau Nusantara dalam jaringan dakwah, mengajak umat bersama-sama membangun negeri ini sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga hadir di sudut-sudut keramaian kota, bersama kaum miskin yang termarjinalkan, yang miskin harta, miskin keyakinan, untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.

Para dai itu bukanlah orang yang tak memiliki kekhawatiran dan rasa takut, serta berkecukupan, namun demi menerangi kehidupan ini dengan cahaya Islam, mereka memilih untuk berani. Dengan tekad yang kuat, mereka meninggalkan mimpi-mimpi kehidupan gemerlap, jauh dari publikasi media dan memilih jalan hidup sebagai perantara hidayah Allah. Mereka telah memberikan hidupnya untuk dakwah.

Sesungguhnya dakwah adalah kewajiban yang melekat pada diri setiap muslim, tanpa kecuali. Sehingga setiap muslim adalah dai. Namun, disadari tidak setiap muslim punya kesempatan menjalankan kewajiban tersebut karena berbagai kesibukan dan keterbatasan. Di sisi lain ada orang-orang yang telah memilih jalan hidup sebagai dai dengan konsekuensi ia tidak punya kesempatan untuk mengurus kepentingannya sendiri. Maka, jika telah ada orang-orang yang mengabdikan hidupnya di jalan dakwah ini, sudah semestinya kita mendukung kiprah mereka.

PosDai mengajak semua pihak untuk bersinergi menjalankan amanah dakwah ini.Melalui media ini kami mengajak Anda untuk bersilaturrahim, menengok perjalanan dakwah saudara-saudara kita yang mengembara ke hutan belantara, menyeberangi lautan, menjelajah pulau-pulau, dan meninggalkan hiruk-pikuk kesibukan dunia untuk menyelami dan meretas nasib umat yang tinggal jauh di pelbagai belahan nusantara. Mereka telah berbuat dan berkarya. Kini tinggal menunggu kepedulian kita. Kepedulian kepada nasib umat. Mari bergabung dengan mereka dalam gerakan “BERSAMA DAI MEMBANGUN NEGERI” .

VISI

Menjadi lembaga dakwah yang yang profesional dan terpercaya dalam upaya membangun jaringan masyarakat bertauhid yang maju dan bermartabat.

MISI

  1. Melakukan kajian, merumuskan kebijakan, dan pengembangan konsep-konsep dakwah yang dapat mendukung pembangunan umat
  2. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk mencetak kader-kader da’i yang profesional, berkualitas, dan ikhlas memandu umat.
  3. Meningkatkan perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana pusat dakwah untuk peningkatan kualitas layanan dakwah
  4. Menggalang ukhuwah dan kerjasama dengan lembaga-lembaga dakwah dan menjadi mitra pengurus masjid di perusahaan, instansi, sekolah dan kampus dalam upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme dakwah di masyarakat secara berkesinambungan.
  5. Memberikan advokasi, dukungan, dan penghargaan kepada para dai terutama yang bertugas di daerah perintisan, terpencil, miskin sumber daya, daerah konflik dan bencana serta memberi santunan kepada para dai yang mengalami musibah, sakit atau meninggal dunia.
  6. Melakukan penggalian dana untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dakwah sekaligus mendukung kegiatan operasional da’i