QURBAN RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN

0
62

Semilir angin diiringi rintik-rintik hujan dan suara-suara khas hutan dalam keheningan dipecahkan pekikan takbir lewat pelantang suara memukau seisi gunung yang selama hidup mereka belum pernah mendengar alunan kalimat tauhid, tahmid, dan tahlil dengan merdu mengaduk-aduk batin.

10 Dzulhijjah 1438 H menjadi saksi dalam akhir pengembaraan para muallaf yang selama ini hidup berpindah-pindah. “Setelah kami kembali ke jalan yang benar, kami warga suku baru faham bahwa hidup menetap itu mempunyai banyak arti” Ujar Rasypi salah satu Muallaf yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia menjelang pelaksanaan shalat Idul Adha.

Pelaksanaan shalat idul adha sangatlah berbeda dengan tempat-tempat lain pada umumnya. “kita awali dengan memberikan penjelasan tentang pelaksanaan idul adha kurang lebih hampir 30 menit” pungkas Abdul Muhaimin selaku dai pembina muallaf di Fatu Marando. “Saya baru pertama kali menjadi penterjemah bahasa Indonesia ke bahasa Taa, lumayan susah menyesuaikan kosa katanya” ujar Ran sambil menegaskan ungkapan Abdul Muhaimin.

Sebagian besar warga Suku Wana tidak tahu tata cara penyembelihan sapi, memperlakukan daging hingga cara memasaknya. “rasa syukur yang tiada terkira ketika kami bisa memasakkan daging dengan racikan rempah-rempah yang cukup dan dihidangkan ke semua warga yang hadir” sambung Abdul Muhaimin.

Dalam penelusuran kami warga suku belum mengenal rempah-rempah. “Selama kami menikmati masakan yang diberikan warga, memiliki satu rasa yaitu rasa asin” kenang Asnawir. “Tugas kami sebagai dai tidak hanya mengajarkan tata cara beragama juga mengenalkan rempah-rempah dan cara memasak” imbuh Asnawir.

Qurban tahun ini sebanyak 7 ekor sapi yang didukung para pequrban, Kantor Pajak Pratama Poso Sulawesi Tengah, Laznas BMH, Bintal Islam PT Wijaya Karya Tbk, Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Maktour, Bapak Budi Santoso, Dewi Lestari, Marlison Hakim, Febriyanti, H. Dori, Kartika Ayu Rakun, Fahcruddin Nasution.

“Para penerima daging qurban kami wajibkan untuk menyantap sajian menu daging terlebih dahulu bersama-sama baru boleh pulang membawa daging” Ujar Muhajirin Ketua Pelaksana Qurban. “Yang menarik, semua saudara kita dari Nasrani dengan antusias memenuhi undangan kami. Penerima Qurban dari Desa Fatu Marando 45 KK, Desa Salobiro 39 KK, Desa Wonsa 28 KK, Desa Lijo 12 KK, Desa Saliyano 7 KK, Desa Fatangilo 2 KK, Desa Uempamapa 13 KK dengan jumlah orang 550 Jiwa. Alhamdulillah kami sangat merasakan dahsyatnya qurban yang mampu menjadi rahmat bagi segenap alam.” Imbuh Muhajirin ditengah kesibukannya melayani warga mengambil daging qurban. MHJR/PosDai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here